PROFILE RINGKAS
IKATAN AHLI INFORMATIKA INDONESIA

Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) adalah organisasi profesiyang bertujuan meningkatkan kualitas teknologi informasi di Indonesia, melindungi masyarakat dari praktek buruk layanan ahli informatika, meningkatkan kemakmuran, martabat, kehormatan, dan peran ahli informatika Indonesia dalam rangka mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945.

Catatan:
Kata “Informatika” sepadan dengan “Computing” di ACM (Association Computing Machinery) dan IEEE (Institution of Electronics and Electrical Engineering), mencakup seluruh bidang komputer, meliputi dan tidak terbatas bidang informatika (ilmu komputer), rekayasa perangkat lunak, sistem komputer, teknik komputer, sistem informasi, teknologi informasi, manajemen informasi, komputer akuntansi, dan sebagainya.

PIAGAM PENDIRIAN
IKATAN AHLI INFORMATIKA INDONESIA
(Indonesian Institute of Informatics)

KONGRES PENDIRIAN
IKATAN AHLI INFORMATIKA INDONESIA
PADA 2 MEI 2014, DI JATI PADANG 41, PASAR MINGGU, JAKARTA SELATAN

Perkembangan informatika (teknologi informasi) telah membuat dunia berubah dengan sangat cepat. Lingkungan kehidupan berubah di semua bidang kehidupan: pendidikan, pemerintahan, bisnis, militer/pertahanan, keamanan, dan seluruh bidang kehidupan manusia, seluruhnya berubah. Perubahan informatika yang sangat besar dan luar biasa cepat, serta tidak terduga membuat dunia menjadi dunia yang lain, dunia yang berbeda dengan dunia sebelumnya. Percepatan globalisasi yang dipaksakan dan/atau suka rela dimasuki juga membuat dunia menjadi berbeda.

Masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang dalam bahaya (endangered community) di era kemajuan informatika dan globalisasi dunia bila rakyat tidak bersiap dan tidak dipersiapkan dengan baik. Salah satu sumbangan besar dalam menghindarkan masyarakat Indonesia dalam bahaya adalah bersatu dan bergeraknya komunitas Ahli Informatika Indonesia.

Komunitas Ahli Informatika Indonesia merupakan komunitas yang baru hadir seiring kehadiran Informatika di Indonesia.

Untuk meningkatkan martabat, peran, dan kemakmuran bangsa Indonesia lewat profesi dan keahlian Informatika sehingga masyarakat Indonesia terhindar menjadi masyarakat dalam bahaya karena perkembangan informatika dan globalisasi maka beberapa ahli informatika berkehendak mendirikan Ikatan Ahli Informatika Indonesia.

Maka pada hari kelahiran Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro, 2 Mei 2014 ini:

Diprakarsai oleh Dr. Bambang Hariyanto dan Ir. Jaka Sumanta Purwaatmaja, dipelopori oleh Ikatan Alumni Informatika Institut Teknologi Bandung, pada 2 Mei 2014, di Jati Padang, Jakarta Selatan, didukung rekan-rekan Ahli Informatika se-Indonesia alumni perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Ahli Informatika se-tanah air berkehendak bersatu padu dalam Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) untuk secara bersama dan terpadu memikirkan dan bertindak demi kemajuan bangsa untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara kesatuan Republik Indonesia di Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945: (1) melindungi segenap tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Semoga Tuhan Yang Mahakuasa dan Maha adil memberikan petunjuk dan kemudahan Ikatan Ahli Informatika Indonesia untuk berperan serta meningkatkan martabat, peran dan kemakmuran Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

DESKRIPSI TUGAS, SASARAN ORGANISASI DAN SASARAN KERJA
IKATAN AHLI INFORMATIKA INDONESIA

IKATAN AHLI INFORMATIKA INDONESIAadalahorganisasi profesi yang menghimpun ahli-ahli Informatika Indonesia dalam satu wadah untuk bersatu padu untuk meningkatkan daya saing Indonesia melalui keahlian dan profesi Informatika.

TUGAS:
Membuat tatanan keahlian dan profesi informatika untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

SASARAN ORGANISASI:
Meningkatkan martabat, peran, dan kemakmuran Indonesia melalui keahlian dan profesi informatika.

SASARAN KERJA:

  1. Mengembangkan keahlian dan profesi Informatika di Indonesia.
  2. Mengembangkan sertifikasi keahlian dan profesi Informatika di Indonesia.
  3. Mengembangkan kode etik ahliInformatika di Indonesia.
  4. Mengembangkan billing rate dan salaryrate ahli/profesi Informatika.
  5. Mengembangkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) bidang Informatika di Indonesia.
  6. Mengembangkan kebijakan publik dan berpendapat pada persoalan informatika di Indonesia.
  7. Mengembangkan perilaku, model, dan persaingan bisnis Informatika yang fair di Indonesia.
  8. Membuat, merekomendasi dan mengelola standarInformatika di Indonesia.
  9. Mempersatukan ahli-ahli informatika untuk memajukan martabat, peran dan kemakmuran bangsa Indonesia.
  10. Menjadi wakil aktif Indonesia dalam pembahasan keahlian dan keprofesian Informatika di taraf nasional dan Internasional.

VISI DAN MISI
IKATAN AHLI INFORMATIKA INDONESIA

VISI:
Menjadi Organisasi Profesi Bidang Informatika (Computing) Yang Terpercaya.
MISI:
Quality – Prosphering – SecuringDeveloping Solidarity
(Kualitas – Mensejahterakan – Membangun–Mengamankan – Solidaritas)
Quality –kualitas–, IAII perlu menjamin layanan ahli Informatika IAII berkualitas. IAII perlu berperan dalam meningkatkan kualitas orang, produk dan proses.
Prosphering –mensejahterakan–, IAII berkumpulnya untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraansecara fair.
Developing –membangun–, IAII membantu pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, saat ini adalah terkait dengan transformasi digital Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Securing –mengamankan–, IAII berupaya mengamankan ahli informatika dalam persoalan hukum, atau hubungan industrial, ekonomi dan kesejahteraan ahli informatika.
Solidarity solidaritas, IAII meningkatkan solidaritas antar ahli-ahli informatika.

DEWAN PENDIRI IKATAN AHLI INFORMATIKA INDONESIA (IAII)

Pendiri yang merupakan pemrakarsa:

  1. Bambang Hariyanto, MT. (Universitas Mercu Buana, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  2. Jaka Sumanta Purwaatmadja (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)

Pendiri:

  1. Profesor Iping Supriana Suwardi (ITB, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  2. Profesor Benhard Sitohang (Institut Teknologi Bandung, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  3. Profesor Dr. Marsudi Wahyu Kisworo (Institut Perbanas, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  4. Profesor Richardus Eko Indrajit (Institut Perbanas, Alumni Institut Teknologi Surabaya)
  5. Doktor Munawar Ahkmad (Institut Teknologi Bandung, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  6. Doktor Harwikarya (Universitas Mercu Buana, Alumni Universitas Indonesia)
  7. Doktor Moedjiono (Universitas Budi Luhur, Alumni Akademi Angkatan Laut)
  8. Doktor Yaya Sudarya Triana (Universitas Mercu Buana, Alumni Institut Teknologi Surabaya)
  9. Afiyati Reno (Universitas Mercu Buana, Alumni Universitas Gajah Mada)
  10. Ahmad Luthfi (Universitas Islam Indonesia, Alumni Universitas Gajah Mada)
  11. Andiani Abimanyu (Universitas Pancasila, Alumni ISTN)
  12. Anil Dhawan Subarda (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  13. Aqsath Rasyid Naradhipa (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  14. Benie Ilman (Universitas Langlangbuana, Alumni ST INTEN Bandung)
  15. Boy Hidayat Lubis (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  16. Dian Andriana (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  17. Giovanni Sakti Nugraha (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  18. Harimurti Prasetio (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  19. Hernowo (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  20. IGN Mantra (Institut Perbanas, Alumni Institut Teknologi Surabaya)
  21. Iwan Kurniawan (Universitas Pasundan, Alumni Universitas Langlangbuana)
  22. Kun Arief Cahyantoro (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  23. Kwarta Fitra Rachmilliza (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  24. Mellia Lyanthy (Universitas Pasundan, Alumni Universitas Pasundan)
  25. Mohamad Octamanullah Sugandi (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  26. Muhammad Misni (Universitas Mercu Buana)
  27. Mujiono (Universitas Mercu Buana, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  28. Munawar Kholil (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  29. Nurul Hidayat (Universitas Jenderal Soedirman, Alumni Universitas Jenderal Soedirman)
  30. Rangga Firdaus (Universitas Lampung, Alumni Universitas Guna Dharma)
  31. Ririn Dwi Agustin (Universitas Pasundan, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  32. Sali Alas Majapahit (Universitas Pasundan, Alumni STT Indonesia)
  33. Solikin (STMIK AMIK “Bandung”, Alumni Universitas Padjadjaran)
  34. Stephanus Tumbelaka (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  35. Sushermanto (STMIK Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
  36. Tri Setyo Budiyanto (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  37. Wirameva Arif Kristawarman (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung)
  38. Yuli Cahyono (Praktisi, Alumni Institut Teknologi Bandung